MUARADUA Lenterapena. Com – Bunda Guru Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Ibu Yohana Yuda Yanti, S.E., secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Tahun 2026 Seri 1: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), Senin (5/10/2026), bertempat di Gedung Guru Muaradua.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten OKU Selatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan, Ketua YPLP PGRI Kabupaten OKU Selatan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten OKU Selatan, jajaran pengurus PGRI, Ketua Pengurus Cabang PGRI Kecamatan se-Kabupaten OKU Selatan, serta para guru peserta pelatihan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di bidang pendidikan. Melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), guru didorong untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik.
Dalam sambutannya sekaligus saat membuka kegiatan, Bunda Guru OKU Selatan, Ibu Yohana Yuda Yanti, S.E., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital menuntut para guru untuk terus belajar dan beradaptasi.
Menurutnya, guru tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk membuat proses pembelajaran semakin menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“PID bukan sekadar layar digital di dalam kelas. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk membantu anak belajar, berpikir, berdiskusi, berkreasi, dan menemukan pengalaman belajar yang bermakna,” ujarnya.
Bunda Guru juga mengapresiasi PGRI Kabupaten OKU Selatan yang telah menggagas kegiatan peningkatan kompetensi tersebut. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh para peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dipraktikkan di sekolah dan dibagikan kepada rekan-rekan guru lainnya.
“Mari terus belajar dan beradaptasi. Jangan takut mencoba teknologi baru. Tidak harus langsung sempurna, yang terpenting adalah mau belajar, mau mencoba, dan mau berbagi,” pesannya.
Pelatihan tersebut melibatkan 114 peserta dari 19 kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengirimkan enam orang perwakilan guru. Para peserta diharapkan nantinya dapat menjadi penggerak dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran di sekolah masing-masing sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada guru lainnya.
Dengan semangat “Guru Mahir Teknologi, Pembelajaran Semakin Interaktif!”, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kompetensi guru serta mendukung kemajuan kualitas pendidikan di Kabupaten OKU Selatan. (Red)








