Muaradua, Lenterapena. Com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Komariah, S.Pd., M.M., mendampingi langsung kunjungan Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh Bapak Jensen dalam rangka penilaian program ADIPURA di wilayah OKU Selatan, Kamis25/9/2025
Penilaian dilakukan di beberapa titik strategis yang telah ditentukan, di antaranya kawasan Kecamatan Muaradua, Pasar Saka Selabung, dan sejumlah lokasi lainnya yang menjadi objek pemantauan kebersihan, pengelolaan sampah, serta tata ruang lingkungan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKU Selatan, H. M. Rahmattullah, S.STP., M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan kebersihan wilayah, sehingga cita-cita menjadikan OKU Selatan sebagai daerah yang hijau, bersih, dan sehat dapat terwujud.
“Pemerintah Kabupaten OKU Selatan siap mendukung seluruh rangkaian penilaian Adipura ini. Harapannya, kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha dapat terjalin, sehingga OKU Selatan mampu meraih hasil terbaik,” ungkap Rahmattullah.
Sementara itu, Kepala DLH OKU Selatan, Komariah, menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran telah menyiapkan berbagai langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Dengan adanya penilaian Adipura ini, diharapkan menjadi motivasi besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di OKU Selatan.
Jensen dari Kementerian Lingkungan Hidup Setelah meninjau beberapa lokasi penilian Adipura berapa lokasi yang sudah ditentukan sudah bagus masyarakat sendiri yang yang kerjakan, tidak ada yang harus disembunyikan di Google di websitenya juga itu ada sebenarnya jadi bahwa penilaian termasuk lokasinya item-item yang akan dinilai terbuka tidak ada masalah sebenarnya tidak ada yang ditutupi. Pemerintah daerah sudah tahu penekanan, terhadap pemerintah daerah, misalnya contoh seperti pengalaman yang lalu ada kota di dikategori, gotong royong untuk mendapat nilai yang bagus ini kurang baik.
Termasuk media juga kami harapkan juga memberikan prinsipnya sinergitas, jadi tidak semua harus dikerjakan oleh pemerintah karena terbatas tidak bisa sampai ke ganggang akan tetapi komunitas bisa tokoh masyarakat ikut mengerjakan, Katanya. (Red)







