TIM KESINAAN SERASAN SENDANAN OKU SELATAN TAMPIL FESTIVAL SRIWIJAYA 2024

News

PALEMBANG – Lenterapena. Com Festival Sriwijaya merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Pemerintah Sumatera Selatan dalam rangka mengangkat kembali nilai-nilai tradisional serta nilai sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Kali ini pembukaan Festival Sriwijaya XXXII Tahun 2024 bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) palembang, Jumat malam (21/06/2024).

Dalam pembukaan Festival Sriwijaya 2024 kali ini dihadiri secara langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno atau yang akrab disapa dengan panggilan Mas Uno, dalam kesempatan itu ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumsel yang telah menggelar Festival Sriwijaya dari tahun ke tahun yang semakin membaik

“Saya sudah mengelilingi Sumsel dari Pagar alam sampai Banyuasin ada desa desa wisata yang mengingatkan kita the spirit off sriwijaya,strategi Festival Sriwijaya ini sudah sangat baik oleh karna itu mari kita gunakan optimalisasi media digital narasi maupun konten kreator”ungkapnya

Sementara itu Penjabat Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengucàpkan  terima kasih kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno yang telah mengikuti secara langsung serta banyak memberikan perhatian untuk kemajuan wisata(Parekraf) yang ada disumsel.

Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan   Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan menampilkan Tim kesenian Serasan Seandanan,  binaan  Kabid Pemasaran  Anita Yulianti, SE., MM.

Tarian “ELANG MANARAP  DAN LEGENDA NITI ADOK CAKA PUPADUAN”
Karya ini berangkat dari suatu legenda bersal dari salah satu daerah yang terletak di sudut Kabupaten OKU Selatan tepatnya di pesisir  Danau Ranau. Kabupaten OKU Selatan bukan hanya di kenal dengan Danau Ranau yang terkenal  dengan keindahan dan kesejukan alamnya saja tetapi  juga dikenal dengan kekayaan beraneka suku, adat istiadatnya pun berbeda – beda yang salah satunya yaitu SUKU RANAU. Sampai sekarang istilah “NITI ADOK PUPADUAN” masih menjadi suatu tradisi yang unik dan masih berlangsung sampai saat ini di suku Ranau Yang artinya ” MEDAPAT GELAR NAIK TAHTA”.

Cerita ini di ilhami dari alkisah seorang putri atau seorang gadis yang merupakan anak dari bangsawan di daerah Ranau. Pada suatu saat sang putri akan melaksanakan pernikahan atau membangun rumah tangga. Setelah menjalin pernikahan, maka status putri akan berubah dengan Gelar atau Tahta.

Dari silsilah keturunan adat Ranau adalah seperti Sultan, Dalo, Batin, Raden, Minak, disaat peralihan kedudukan itulah yang di sebut dengan ADOK atau GELAR. Ketika dia berlangsung ke jenjang pernikahan atau membangun rumah tangga (mahligai) itu yang di sebut dengan “CAKAK PUPADUAN atau NAIK TAHTA. Itu sebabnya di sebut dengan “NITI ADOK CAKAK PUPADUAN” yang artinya  “MENDAPAT GELAR DAN TAHTA”.

Plti Kadin pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten OKU Selatan Jos Akherman, S.STP., M.Si, mengucapakan terimaksah kepada tim Kesenian Serasan Seandanan yang  telah tampil begitu baik  sehingga mendapat piagam penghargaan.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda OKU Selatan Natalion S.STP., M.Si. mewakil Bupati OKU Selatan mengucapkan terimakasih kepada tim kesenian Serasan Seandanan, Sanggar Bukit Barisan telah ikut festival Sriwijaya tahun 2024 dari tanggal 21- 23 Juni 2024. Dalam rangka membangkitkan semangat para seniman dan budayawan OKU Selatan,  budaya OKU Selatan warisan nenek moyang kita perlu di lestarikan untuk menangkal budaya asing, katanya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *