
MUARADUA Lenterapena. Com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Abusama, S.H., menerima kunjungan kerja Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., di Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (20/09/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan Gubernur Sumatera Selatan dalam rangka meninjau kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya memasuki puncak musim kemarau.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus kunjungan yakni Posko Siaga Karhutla Kabupaten OKU Selatan yang berada di Muaradua. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan meninjau secara langsung kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten OKU Selatan.


Kedatangan Gubernur Sumatera Selatan disambut langsung oleh Bupati OKU Selatan Abusama, S.H., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten OKU Selatan, Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan, serta personel gabungan TNI-Polri dan Satgas Karhutla Kabupaten OKU Selatan.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Selatan menyampaikan laporan terkait berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang telah dilaksanakan. Di antaranya melalui sosialisasi secara masif kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan bersinergi bersama TNI dan Polri, hingga aktivasi pos lapangan di 19 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten OKU Selatan.
Selain itu, setiap laporan maupun indikasi titik panas (firespot) yang terpantau menjadi perhatian Satgas Karhutla untuk segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Meskipun masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan di lapangan, sinergi dan soliditas seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla terus diperkuat.
Gubernur Sumatera Selatan mengapresiasi kesiapsiagaan dan upaya Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dalam melakukan pencegahan serta penanggulangan Karhutla. Kabupaten OKU Selatan dinilai menjadi salah satu wilayah yang hingga saat ini tidak memberikan kontribusi asap yang signifikan di Sumatera Selatan.

Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi wilayah yang didominasi lahan mineral serta adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Penanganan Karhutla ini adalah kerja kolaborasi. Saya minta posko ini aktif 24 jam, pantau terus melalui aplikasi dan patroli darat. Deteksi dini adalah kunci. Satu titik api kecil hari ini kalau dibiarkan bisa menjadi bencana asap besar,” tegas Gubernur Sumatera Selatan.
Gubernur juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat serta penegakan hukum dalam upaya mencegah terjadinya Karhutla. Sosialisasi diharapkan dapat terus dilakukan secara masif hingga ke tingkat desa, khususnya mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.
“Kita harus humanis tapi tegas. Ajak masyarakat, beri pemahaman bahwa membakar lahan itu merugikan kita semua, merusak kesehatan dan ekonomi,” tambahnya.
Gubernur Sumatera Selatan berharap sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla dapat terus ditingkatkan, sehingga risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisasi, khususnya selama musim kemarau.
“Mudah-mudahan musim kemarau kita, khususnya di Sumatera Selatan, dapat segera berakhir,” harapnya.
Turut mendampingi Gubernur Sumatera Selatan dalam kunjungan tersebut Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Direktur Bank Sumsel Babel, serta Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan.(Red)












